Thursday, March 05, 2009

Kreatifitas yang kurang terarah

Sudah 6 bulan lebih waktu berlalu sejak saya menapakkan kaki di tanah Eropa ini. Selama masa itu kontak dengan para siswa masih terbilang sering saya lakukan, apalagi kalau bukan karena perkembangan teknologi yang selalu menciptakan terobosan-terobosan baru (salah satunya adalah meledaknya pengguna Facebook). Ada kenyamanan tersendiri bisa mengetahui berita siswa-siswi saya ini, meskipun sebagian besar waktu saya hanya mengikuti dari jauh, kecuali beberapa yang benar-benar mengirim pesan ke "dinding" saya.

Sayangnya masih ada kesempatan dimana saya merasa sedih dan harus mengelus dada melihat beberapa komentar mereka yang menggunakan bahasa 'sarkastik' atau menampilkan gambar /video yang tidak selayaknya ditampilkan oleh seorang pelajar (apalagi kadang terlihat masih dengan atribut sekolah)

Sungguh internet merupakan tempat yang membuat kita berfikir dan otak kita berkerja dengan kreatif dan sebetulnya kemampuan yang mereka tampilkan dalam pembuatan karya-karya tersebut bisa dikatakan cukup advance. Sangat disayangkan bila ide kreatif dan ketrampilan-ketrampilan itu justru digunakan untuk membuat sesuatu yang tidak bermanfaat. Bila saja mereka mau sedikit lebih maju dan mengarakan ide kreatif itu untuk yang bermanfaat, seperti membuat semacam iklan layanan masyarakat tentang 3R misalnya (Reduce-reuse-recycle) tentunya akan lebih baik dan lebih bermartabat.

Sunday, June 15, 2008

Akhirnya!

Tercapai juga akhirnya keinginan untuk meneruskan S2 ke luar negeri. Proses yang panjang dan memberikan pembelajaran tersendiri. Pada saat ‘hati’ berkata, seleksi beasiswa inilah yang terakhir akan saya jalani (terkait juga dengan umur yang semakin bertambah)bila ternyata ditolak, saya akan mencari jalan pengembangan diri yang lain. Tepat saat itu ternyata Tuhan menghendaki saya untuk lulus seleksi.

10 tahun penantian yang sangat berarti. Banyak pelajaran yang saya petik selama proses penantian itu. Pembelajaran yang terbesar adalah justru belajar sabar dan introspeksi diri. Pada setiap kegagalan saya mencoba mencari titik lemah dan memperbaikinya. Juga meluruskan niat agar pencarian beasiswa ini murni untuk mencari ilmu dan pengembangan diri, bukan sekedar mencari gelar.

Berbicara tentang niat. Banyak orang mengatakan bahwa PNS memiliki kesempatan yang lebih besar untuk diterima dalam proses seleksi beasiswa, terutama beasiswa Government to Government (G2G). Terus terang, ini menjadi salah satu faktor yang membuat saya mau menjadi guru dengan status PNS. Pikiran saya, tentunya dengan status PNS akan lebih mudah untuk mendapatkan beasiswa. Ternyata, bayangan saya sama sekali berbeda dengan kenyataan. Awalnya untuk memperoleh ijin memasukkan aplikasi ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Disitu saya berfikir apakah kesulitan ini saya alami justru karena niat awal saya yang tidak murni untuk mengajar. Tetapi yang pasti, sharing dan penguatan yang saya dapatkan dari milis beasiswa@yahoogroups.com, beberapa teman dan terutama suami saya membantu saya untuk tetap memegang mimpi.

Meskipun gagal memperoleh beasiswa pada tahun 2005, saya tetap melakukan kontak dengan universitas di Belanda yang saya tuju dan saya meminta dukungan dari atasan langsung di kantor. Alhasil diakhir tahun 2007, justru contact person dari pihak universitas yang memberi jalan dengan menunjukkan 2 beasiswa yang mungkin bisa saya ikuti, sekaligus membantu membuatkan rekomendasi dari Fakultas.

Alhamdulillah, akhirnya tahun ajaran ini (2008-2009)saya berhasil mendapatkan beasiswa penuh dari University of Twente, UTS Scholarship Programme.

Intinya bersabar, tetap memegang mimpi dan selalu cari penguatan positif.

Friday, January 04, 2008

Magnificent Work!

Wow.... benar-benar luar biasa!
Itu adalah komentar pertama saya terhadap beberapa website karya siswa SMAKBO angkatan 50 semester ini. Terlihat betapa keseriusan mereka telah membuahkan hasil.

Pada semester Ganjil ini materi pelajaran komputer untuk siswa kelas XIII SMAKBO berkisar seputar pemanfaatan Internet dan pembuatan Website. Agar mereka merasakan benar manfaatnya dan sejalan dengan pembelajaran lain dimana mereka diharuskan membuat suatu produk (pada mata pelajaran praktek kimia terpadu atau sering disingkat menjadi PKT) maka pemanfaatan internet diarahkan pada pencarian literatur di internet. Sedangkan topik mengenai editing gambar dijadikan satu kesatuan dengan membuat website.

Setelah belajar mengenai cara mengedit gambar, dasar-dasar HTML serta penggunaan Web Editor, tiap kelompok diberi waktu 3 minggu untuk menyiapkan website PKTnya masing-masing.

Hasilnya... terlihat sekali antusiasme mereka pada saat pengerjaan dan inilah snapshot dari beberapa hasil karya mereka.